Cara menanggulangi resiko industri IoT dan Bigdata 


Pada tahun 2018, tepat pada tesla company yang mengeluarkan mobil tesla di temukan beberapa pelanggaran pada kunci fob nirkabel dan Meddronic CareLink 2090, ada pula perangkat medis untuk memantau dan mengendalikan pengaturan alat pacu jantung, yang diserang dan terinfeksi oleh malware. Keduanya adalah contoh Iot : Internet of Things yang dikompromi, yang mana membuat perusahaan dan pengguna terancam bahaya fisik dan virtual.

3 Faktor utama serangan cyber dalam jumlah besar


Menurut Joe Scotto adallah Chief Marketing Officer untuk Indegy, yang menyediakan solusi keamanan cybersecurity industri "Ada tiga faktor utama serangan dalam jumlah besar, yang pertaman adalah serangan jahat dari luar, seperti meledakan pipa. Ini dapat berdampak menyebabkan perekonomian menjadi buruk.

Yang kedua adalah ancaman yang berada pada lingkarannya, seperti karyawan yang secara tidak sengaja melakukan kesalahan yang memicu pelanggaran keamanan, seperti menggunakan laptop diluar firewall dan laptop terinfeksi.

Yang ketiga adalah seorang karyawan corupt yang memang dengan sengaja melakukan sesuatu yang salah untuk menyabotase perusahaan mungkin karena sakit hati, tidak dipromosikan jabatan, mungkin juga dia tergoda dan dibayar lebih oleh orang lain. " Serangan-serangan seperti inilah yang merupakan tingkatan serius.

Serangan Cyber


"pada serangan cyber contohnya adalah suatu konstruksi yang berisi pusat data untuk perusahaan jasa keuangan, adapula pelanggaran keamanan dan peretas sensor pada termostat dengan cara menaikan suhu di pusat data dengan sepuluh derajat. " Inbuh Michael Rothschild Direktur Marketing Indegy.

Melihat secara luas terhadap siber baru pada IoT dan data besar, apakah perusahaan siap?
Garet Gross, seorang profesional IT yang bekerja dengan penyedia Security, tidak berfikir begitu. dalam blog AT&T tentang CyberSecuroty Gross berbicara tentang bahaya IoT dan kerangka kerja jaringan terdistribusi big data, dimana pekerjaan pemprosesan besar tersebar di banyak sistem untuk mempercepat pemomprosesan dan analitik. Kata Gross"Pemprosesan yang terdistribusi dapat berarti lebih sedikit data yang diproses oleh satu sistem, tetapi iu berarti lebih banyak sistem dimana masalah keamanan dapat muncul,"

Michael Rothschild Direktur Marketing Indegy merasa bahwa keamanan berbasis cloud dan penanganan resiko mungkin menjadi jawabannya. "Cloud memungkinkan kalian mengumpulkan semua data kalian di berbagai titik, Ketika kalian memiliki data disatu tempat, kalian dapat melihat semua potensi ancaman keamanan di berbagai di seluruh infrastruktur kalian dan bisa menindaklanjutinya. "

Perusahaan dapat menggunakan ranking analisis untuk ancaman berdarkan resiko yang dimiliki oleh pengguna dan memprioritaskan ancaman tersebut sehingga dapat segera mengatasi yang paling kritis sekalipun.

Direktur marketing ini menjelaskan juga bahwa metodologi untuk IoT dan manajeman resiko big data didasarkan pada penilaian resiko yang kemungkinan terjadi, metode yang paling umum di gunakan oleh perusahaan jasa keuangan, mereka menggunakan parameter yang ditentukan untuk menentukan area mana dari portofolio keuangan mereka yang paling beresiko. 

Kata Rothchild, "Analisis manajemen resiko untuk infrastruktur IoT juga menggunakan serangkaian 10 atau 15 faktor resiko yang ditetapkan. selain itu memungkinkan juga manajer jaringan atau keamanan untuk menambahkan faktor-faktor baru.".

Algoritma dalam analisis resiko menggunakan peringkat kriteria keamanan industri yang menentukan area mana dari infrastruktur IoT yang beresiko tertinggi untuk pelanggaran dunia maya, seperti pada port yang dibiarkan terbuka, bagaimanan untuk segera menutupnya. Setiap sensor atau perangkat dalam infrastruktur industri dapat dipantau resikonya, sampai pusat kendalinya sekalipun.

Post a Comment

Previous Post Next Post