Kecerdasan Buatan harus diadopsi Pembisnis


Kecerdasan buatan adalah tren bisnis paling transformatif di dunia untuk kurun waktu saat ini. Mohon maaf sebelumnya AI itu bukan merupakan salah satu ide baru. Pada tahun 1940-an, ahli matematika dan para pemecah kode yang yang hebat Alan Turing meramalkan bahwa komputer digital di masa depan akan mampu menalar secara logis. Ketertarikan komersial pada AI dimulai pada 1960-an dan kemudian meningkat dengan pesar serta menyusut selama beberapa dekade berikutnya.

Mengapa AI menjadi masalah besar pada tahun ini? Sebagian, itu karena kemajuan pesat dalam komputer dan perangkat keras komunikasi lainnya, kata Pat Gelsinger, CEO VMware, penyedia solusi komputasi cloud yang berbasis Palo Alto, California. Gelsinger mengetahui perangkat keras. Pada 2000-an dia itu adalah bekerja sebagai kepala petugas teknologi yang berada di Intel.

Lanjut katanya "Laju pada perubahan yang lebih cepat dalam kecerdasan buatan pada hari ini adalah karena kalian untuk saat ini memiliki data skala dan skala komputasi," Data pada skala imbuhnya, berasal dari 30 miliar atau lebih sensor komputer didunia yang secara terus-menerus mengumpulkan informasi. Komputasi skala berasal dari super komputer sewaan yang dapat dikategorikan murah dimana ini ditawakan oleh Amazon, Microsoft, Google, Alibaba dan lain sebagainya.


Bersama dengan kecepatan nirkabel 5G yang akan datang adalah sebagai kekuatan super, menurut Gelsinger. Jika perusahaan kalian tidak memanfaatkan skala pada kekuatan ini, mungkin para pesaing kalian akan bertidak lanjut untuk melakukannya. CEO dan dewan memperhatikan, Berhentilah memindahkan tantangan perusahaan IT kalian ke dalam diskusi 30 menit di dalam komite audit. Kekuatan super yang mendorong kecerdasan buatan ini bisa jadi mempercepat evolusi bisnis,

Kalian dapat bayangkan jika dua perusahaan saingan: sebut saja diantara A dan B. Perusahaan A telah berinvestasi tentang kecerdasan buatan pada seluruh organisasinya, kadang-kadang ini merupakan proses yang melelahkan, dan 10% semakin lebih pintar per-tahun. 10% tersebut lebih pintar tentang pelanggannya, peluangnya, biayanya dan beserta resikonya. Perusahaan B, yang merupakan sekolah tua dan dijalankan oleh beberapa pihak, menganggap teknologi adalah komoditas dan bukan senjata strategis. Pendekatan murah perusahaan B menghemat uang, tetapi dengan biaya yang dapat disebut tumpul. Perusahaan B bisa dikatakan hanya mendapatkan 2$ lebih pintar per-tahun. diantara yang kami bahas tentang kedua perusahaan diatas, manakah perusahaan yang kalian inginkan?

Review Monitor Ultrawide LG LED 25UM58
Ini bisa menjadi pemicu timbulnuya pertanyaan yang baru: Negara mana yang unggul dalam AI (kecerdasan buatan)? pertanyaan ini sering muncul pada akhir-akhir kurun waktu ini ditingkat pemerintahan tertinggi diseluruh dunia. Kemudia Kapitalis ventura Silicon Valley, Jim Breyer, yang merupakan penasihat investasi dalam dana IDG China berargumen, yang memiliki se,kitar 200 investasi di China, termasuk beberapa perushaan AI paling menarik di negara tersebut.

Jim Breyer kemudian berpendapat "Inovasi di Tiongkok, China sangat luar biasa, disini tenyata benar-benar ada perlombaan seperti ruang angkasayang terjadi pada AI antara AS dan China." Keduanya memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dalam. Adapun yang berada didaerah china dimana beberapa perusahaan AI Face Detection atau sering disebut pengenal wajah adalah salah satu yang paling maju didunia. Adapun teknologi yang berada di AS, seperti IoT dan Machine Learning, dimana AI lebih dikatakan maju, tetapi untuk hal ini termasuk sebuah perlombaan bagi mereka.

Apakah kalian seorang CEO, ataukah wirausahawan ataupun seorang investor, kalian akan mudah tertinggal jika kalian tidak memanfaatkan saluran luar biasa Artificial Intelegence (kecerdasan buatan) ini.

2 Comments

Post a Comment

Previous Post Next Post