Perusahaan IT Banyak Memiliki Proyek AI


Dalam sebuah pemberitaan yang dirilis Oleh TechRepublic dimana Karen Roby mewawancarai seorang analis dari Gartner perihal mengapa sih banyak perusahaan yang men-doubling pada sektor kecerdasaan buatan dan project Machine Learning.

Pada suatu studi baru yang mengungkapkan bahwa lebih dari setengah organisasi yang berkecimpung didunia teknologi memiliki project AI dan Machine Learning dalam beberapa pengerjaan, dan jika lihat kembali dari organisasi tersebut jatuh sekitar tiga perempat dari organisasi perusahaan tersebut berencana menggandakan jumlah pengerjaan yang akan mereka gunakan pada tahun depan. Kemudian Karen Roby mewawancari Jim hare, yang mana dia adalah seorang analis dari Gartner, tentang penelitian yang sebelumnya dijelaskan.

Gartner adalah perusahaan yang berasal dari Stamford, Amerika Serikat dalam bidang riset teknologi informasi dan penasehat firma. Seiring berjalannya waktu mereka di kenal dan sering disebut oleh perusahaan lain sebagai Gartner Group, Inc sesampainya pada tahun 2001 mereka mengulas berupa informasi tentang teknologi yang up-to-date yang mempunyai metode sensasi dan juga kuadran magis dimana ini bisa menjadi hasil dari visualisasi pasar mereka.

Gartner Group, Inc Mengatakan


Jim Hare mengatakan bahwa dari survei yang mereka buat lebih dari setengah populasi organisasi memiliki projek AI dan ML yang sampai saat ini digunakan di beberapa negara, dan adapula dari seperempat memiliki projek peluncuran lebih banyak projek dari tahun ke tahun. Jim Hare pun kemudian mengatakan akan ada hampir 2 s/d 3 kalilipat untuk pengerjaan projek ini dalam beberapa tahun yang akan datang.
5 Mouse Murah Recomended 2019
Adapun Hal yang menurut mereka (Perusahaan yang memiliki projek AI) takeways sebagai kunci utamanya adalah yang pertaman sebagai petugas yang otomatis tanpa memberatkan para pekerja nyata (karyawan) dan yang kedua bisa saja menggunakan AI dan ML ini bisa meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan. Dimana ini bisa menjadi sangat konsisten terhadap suatu pengerjaan, ini bisa juga memberikan pengalaman yang jauh lebih baik kepada personal.

Tugas utama yang kedua dari AI dan ML ini bisa jadi merupakan tugas yang serba otomatis dimana ini bisa mendapatkan efisiensi yang lebih baik, dari meningkatnya proses bisnis maupun meningkatnya tingkat pengambilan keputusan oleh para pekerja/karyawan pada suatu perusahaan. Yang ini bisa jadi permbangan dan hal menarik yang bisa menjadi pertimbangan mereka.

100 Responden Berpendapat


Pada saat itu kemudian Karen Roby menyambung untuk bertanya, "Seberapa luaskah sampel ini dalam mempertimbangkan terlibatnya perusahaan dan juga industri?"

100 Anggota dari Gartner Group merupakan responden yang mereka sebut sebagai Gartner Research Circle, yang mana ini bisa dikatan sebagai klien dari Gartner Group yang setuju untuk berpartisipasi dalam survei yang berbeda. Tugas dari Gartner adalah mempersempit ruang lingkup untuk mengatakan bahwa setiap individu haruslah merespon.

Kemudian dari pada itu Gartner mengatakan jika dilihatnya dari perspektif perusahaan, dimana sekitar 20% karyawan dari 2.000 karyawan memilih projek ini dengan merespon bahwa projek AI atau ML ini sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan suatu perusahaan.

Sebagian orang berpendapat bahwa AI bisa menjadi salah satu ancaman terusiknya karyawan terhadap ambil alihnya suatu pengerjaan. Tetapi sebagian besar nilai yang tgerkandung dari AI adalah sebagai penggunaan suatu mesin otomatis yang dapat bekerja sama dengan manusia itu sendiri dimana ini bisa jadi kecepatan dalam proses pengerjaan serta pendataan yang lebih cepat sehingga bisa mendapatkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat agar bisa mengerjakan suatu pekerjaan ke proses yang selanjutnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post